logo happy play indonesia

10 Cara Melatih Kemampuan Sosial Anak

Kemampuan Sosial Anak 

Manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), makhluk sosial diartikan sebagai hubungan secara timbal-balik dengan manusia lain. Dalam kehidupan bermasyarakat kemampuan bersosial sangatlah dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan diri dan lingkungannya.  Kemampuan atau keterampilan sosial mencangkup beberapa hal seperti keterampilan untuk berinteraksi, berkomunikasi dan berpartisipasi dalam kelompok. Secara umum, keterampilan sosial ini dapat dilihat dalam beberapa bentuk perilaku: pertama, perilaku yang berhubungan dengan diri sendiri (bersifat intrapersonal) seperti mengontrol emosi, menyelesaikan permasalahan sosial secara tepat, memproses informasi dan memahami perasaan orang lain; kedua, perilaku yang berhubungan dengan orang lain (bersifat interpersonal) seperti memulai interaksi dan komunikasi dengan orang lain; dan ketiga perilaku yang berhubungan dengan akademis, seperti mematuhi peraturan dan melakukan apa yang diminta oleh guru. Kemampuan atau keterampilan sosial ini dapat dilatih secara perlahan melalui hal-hal sederhana yang bisa dilakukan dalam keseharian. Perilaku sosial anak diperoleh melalui proses pengalaman belajarnya. Pengembangan nilai-nilai dan keterampilan sosial bisa dicapai melalui pendidikan

10 Cara Melatih Kemampuan Sosial Anak

Kemampuan sosial anak dapat dilatih dari hal-hal kecil yang ada di lingkungan sekitar, tentu harus diarahkan dan dibimbing oleh orang tua dan orang disekitarnya

1. Ajak Anak Bermain di Luar

anak bermain playground
Credit: media.isockphoto.com

Sudah dibahas sedikit mengenai apa itu kemampuan sosial. Kemampuan sosial merupakan suatu bentuk interaksi dan sosialisasi dengan orang lain di dalam lingkungannya. Keterampilan sosial ini dibutuhkan oleh siapa saja bukan hanya orang dewasa tapi juga anak-anak. Untuk itu, usahakan mengajak anak keluar sedini mungkin, di tahun-tahun awal kelahirannya agar anak lebih terbiasa. Hal yang dapat dilakukan orang tua untuk melatih kemampuan sosial anak yaitu dengan mengajak anak bermain di luar, hal ini bertujuan agar anak tidak takut untuk bertemu orang lain di luar lingkungan rumah. Terkadang jika anak main di rumah saja, Ia akan cenderung pemalu dan penakut, kemampuan sosialnya pun tidak akan terlatih. Ketika anak yang diajak main di luar ruangan, apalagi lingkungan yang baru pertama kali, pertama-tama Ia akan mengamati dan memperhatikan orang-orang serta lingkungan barunya. Ia akan terstimulasi untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh orang lain. Pada kondisi ini, orang tua dapat membantu anak untuk memulai berinteraksi dengan orang lain, jika dilatih anak pun akan terbiasa. 

2. Kenalkan Anak dengan Pengalaman Baru 

anak mencoba pengalaman baru
Credit: hikeitbaby.com

Pertama kali anak berada di lingkungan baru anak akan merasa bingung dan tidak mengetahui secara keseluruhan apa yang telah Ia lewati. Maka dari itu orang tua dapat membantu anak mengenalkannya dengan pengalaman baru. Misalnya orang tua mengajak anak bermain di luar ruangan, Ia akan melihat dan menemukan hal baru, saat itu juga anak akan bertanya mengenai apa yang dilihat dan dirasakan, dengan begitu orang tua dapat menjelaskan pertanyaan tadi dengan bahasa yang mudah dimengerti, dengan diiringi contoh yang relevan. 

3. Membacakan Buku Cerita

anak membaca buku
Credit: www.gramedia.com

Buku cerita merupakan buku yang berisi sebuah cerita, baik itu dongeng maupun cerita rakyat. Buku cerita sudah sejak lama digunakan orang tua sebagai media bercerita dengan anak. Hal ini dapat membantu anak melatih kemampuan anak mendengar dan menyimak cerita, membantu anak berimajinasi saat mendengar cerita yang dibacakan, melatih kemampuan dasar literasi, pilihlah buku cerita yang memiliki nilai positif sehingga anak akan menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari dirinya. 

4. Melatih Anak Berpikir Positif

anak sedang mengaca
Credit: media.istockphoto.com

Melatih anak berpikir positif dapat diajarkan oleh orang tua, caranya dengan memberikan contoh ucapan baik kepada anak. Misalnya, orang tua mengatakan bersyukur atas karunia tuhan yang telah diberikan, ucapan ini bisa diajarkan kepada anak agar dapat berpikiran positif dan memiliki jiwa religius yang baik. Ucapan lain yang bisa orang tua latih yaitu dengan menghindari mengeluh di hadapan anak dan tanamkan rasa positif serta percaya diri sejak dini. Dengan sikap yang positif, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki jiwa sosial tinggi.

5. Ajak Anak untuk Berbagi

anak sedang berbagi
Credit: raisingchildern.net.au

Salah satu aspek perkembangan sosial anak dapat dilihat dari seberapa mampu anak menahan egonya, mengontrol emosinya dan memiliki sifat berbagi kepada sesama. Misalnya saat anak bermain ayunan playground di taman, lalu ada anak lainnya yang ingin menaiki ayunan juga. Di sini orang tua dapat memberikan arahan kepada anaknya untuk berbagi permainan ayunan itu dengan anak tersebut. Jika anak tidak lagi menangis saat diajak berbagi, artinya kemampuan sosial yang dimiliki anak sudah terbentuk dengan baik. Untuk itulah mulai ajarkan anak berbagi sejak dini. 

6. Ajarkan Anak Aktif & Menyampaikan Pendapatnya

ibu dan anak sedang bercengkrama
Credit: www.verywellfamily.com

Langkah yang bisa orang tua lakukan untuk melatih anak terampil dalam bersosialisasi adalah dengan mengajarkan anak untuk aktif menyampaikan pendapatnya, dan menyampaikan apa yang Ia rasakan. Salah satu contoh, ajarkan anak untuk memulai obrolan saat bermain bersama teman dan berinteraksi dengan anak-anak lainnya saat berkumpul bersama, cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan mengajak anak ikut lomba mewarnai, setelah itu anda bisa menanyakan kepada anak apa yang Ia rasakan, apa pendapatnya setelah mengikuti lomba mewarnai dan lain-lain. 

7. Ajari Anak Empati

ilustrasi anak berpelukan
Credit: goodstart.org.au

Empati adalah sebuah keadaan mental, dimana seseorang merasakan pikiran, perasaan, atau keadaan yang sama dengan orang lain. Beragam cara dapat orang tua lakukan untuk mengajari anak. Misalnya dengan membuat sebuah alur cerita dimana pada tokoh atau alur cerita terjadi sebuah musibah, lalu coba tanyakan kepada anak mengenai perasaannya jika anak berada dalam kondisi seperti tokoh yang telah diceritakan sebelumnya, tanyakan juga apa yang akan Ia lakukan jika berada di posisi tersebut. Melalui sebuah cerita anak dapat merasakan dan membayangkan situasi tersebut, sehingga dapat mengajarkan anak untuk memiliki empati dan belas kasih kepada orang lain, dapat mengerti dan memahami apa yang orang lain rasakan secara emosional.

8. Beri Pemahaman Ruang Privasi Pada Anak

ilustrasi anak sedang belajar
Credit: ei.marketwatch.com

Kemampuan bersosial memang penting, tapi jangan sampai melupakan bahwa anak memiliki ruang pribadi juga. Apa itu ruang privasi anak? Ruang privasi secara garis besar dapat kita artikan sebagai ruang sendiri atau ruang pribadi, dimana didalamnya tidak terdapat campur tangan orang lain, seperti saudara, ataupun teman dapat dianggap sebagi orang lain termasuk orang tua. Hal ini dilakukan agar anak merasa aman dan nyaman. Ajari mereka untuk mempraktikkan cara-cara yang dapat diterima saat berinteraksi dengan orang lain selama waktu bermain.

9. Ajari Anak Belajar Mendengarkan

anak ingin menjawab pertanyaan
Credit: static01.nyt.com

Banyak dari kita yang suka bercerita, menceritakan kesehariannya dan keinginan. Namun tak jarang orang melupakan bahwa orang lain juga ingin berbagi cerita, sehingga banyak yang ingin bercerita namun tidak mampu untuk mendengarkan cerita. Padahal menusia diberi karunia oleh Tuhan satu mulut dan dua telinga, tujuannya agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Nah! Untuk menghindari hal itu, orang tua dapat melatih kemampuan mendengar anak dengan bercerita, dan setelah bercerita tanyakan mengenai pendapatnya atau coba ajak anak untuk menceritakan ulang cerita tadi. 

10. Didik Anak Agar Sopan dan Santun

ilustrasi anak bersalaman
Credit: encrypted-tbn0.gstatic.com

Anak adalah peniru yang ulung. Untuk melatih keterampilan anak perlu dibarengi dengan cara berperilaku yang baik. Oleh sebab itu, ajarilah anak sopan santun sedini mungkin. Misalnya, ketika ingin mengambilkan mainan, anak diajarkan untuk mengucapkan “tolong”, dan seelah dibantu mengatakan  “terima kasih”, dan “kata maaf” diucapkan ketika membuat kesalahan. Tiga kata ini adalah dasar dari sopan santun.  Demikianlah cara yang bisa Anda lakukan untuk melatih keterampilan sosial anak. Jika Anda mampu dan sering mempraktekkan cara diatas, maka secara perlahan Anda akan mampu untuk meningkatkan keterampilan sosial anak. Baca artikel lainnya untuk mendapatkan update dan informasi dari Happy Play Indonesia.

Baca Juga: Manfaat Playground Untuk Anak Dan Memilih Playground Yang Berkualitas

Bagikan Artikel Ini:

Stay Connecting with our Social media

Follow, Like & Subscribe

Scroll to Top