logo happy play indonesia

5 Hal Sederhana Dapat Melatih Anak Menjaga Diri Sendiri

anak anak bermain bersama

Tidaklah mudah menjadi orang tua, peran yang sangat mulia menjadi sebuah perjalanan yang panjang, dan pembelajaran sepanjang hayat. Memiliki buat hati adalah sebuah anugerah yang harus dijaga, apapun itu orang tua merasa harus menjaga sang anak agar tidak berada dalam kondisi bahaya. sayangnya, orang tua terkadang lupa bahwa Ia tidak bisa melindungi anak setiap saat, dan setiap waktu. Semakin besar anak akan tumbuh menjadi dewasa dan mau tidak mau harus melakukan segala sesuatunya sendiri. Untuk membekali anak menjadi pribadi yang tangguh dapat menjaga dirinya sendiri perlu dilatih sejak dini. Apa yang mesti orang tua lakukan untuk melatih anaknya agar dapat menjaga dirinya sendiri? Simak pembahasan selanjutnya. 

Cara Melatih Anak Menjaga Diri

ilustrasi privasi anak
Credit: usa.kaspersky.com

1. Ajarkan Anak Soal Privasi

Ajari tentang batasan hak dan privasinya, ajari juga tentang apa yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan saat di ruang publik atau ditempat umum. Melalui hal ini, anak akan tahu batasan-batasan yang perlu diingat. Misalnya, saat di luar ruangan tidak boleh sembarangan membuka bajunya. Hal lain yang dapat diajarkan kepada anak yaitu tidak mudah dan sembarang disentuh bagian tubuhnya. Namun sebelum itu, ajari anak apa saja bagian tubuh, lalu cobalah tes dengan menyatakan bagian tubuh secara acar. Jika anak sudah mulai paham, kemudian beri tahu bagian yang tidak boleh disentuh seperti dan dilihat oleh sembarang orang. Misalnya, bagian mulut, dada, kemaluan, serta pantat.

anak belajar bela diri
Credit: jgparksmartialarts.com

2. Ajarkan Anak Dasar Seni Bela Diri

Seni bela diri bukan hanya untuk atlet, anak kecil juga perlu diajarkan dasar-dasar untuk membela diri. Mengajarkan dasar seni bela diri kepada anak sangat penting, salah satu manfaat penting memiliki keahlian bela diri, yakni seseorang dapat membela dirinya saat terjadi ancaman. Dengan begitu, ia akan refleks merespons sesuatu yang dianggap membahayakan. Karena itu, seni bela diri penting diajarkan kepada anak. Jika suatu hari berada luar ruangan, anak akan lebih wawas diri menangkal sesuatu yang membahayakannya. Salah satu contohnya, anak bisa menggigit tangan atau menendang bagian kemaluan pelaku agar anak bisa menyelamatkan dirinya.

melatih anak berpikir kritis
Credit: 1.bp.blogspot.com

3. Melatih Anak Berpikir Kritis

Melatih anak untuk berpikir kritis akan meningkatkan keingintahuan, sehingga memiliki pandangan, pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas dari pada anak lainnya. Cara melatih anak berpikir kritis dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait, seperti: Apa itu? Apa yang kamu lihat? Dimana kamu menemukan itu? Bagaimana kejadiannya? Dan pertanyaan lainnya. 

ilustrasi anak berkata tidak
Credit: 1.bp.blogspot.com

4. Ajarkan Anak Untuk Berani Berkata “Tidak”

Ajarkan anak untuk melawan pada hal yang menentang aturan. Misalnya saat di sekolah terdapat aturan tidak boleh mencontek saat ujian sekolah, tapi ada salah satu temannya yang ingin mencontek. Jika anak sudah dibekali prinsip yang baik untuk tidak mudah mengikuti hal negatif secara otomatis anak tidak akan melanggar aturan tersebut. 

ilustrasi anak untuk agar tidak mudah percaya
Credit: www.carolinapeds.com

5. Ingatkan Anak Agar Tidak Mudah Percaya 

Kasus penculikan sampai saat ini masih terjadi, agar terhindar dari hal seperti itu, orang tua harus mengajarkan dan membekali anak agar tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Misal di jalan bertemu orang baru, dan diajak pergi ke suatu tempat. Jika anak sudah memegang prinsip yang baik, secara otomatis tidak akan tergiur dan mudah ikut ajakan tersebut. 

Melatih anak untuk menjaga diri sejak dini merupakan hal positif yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak saat dewasa nanti, mandiri dan dapat mengandalkan dirinya sendiri. Baca artikel lainnya untuk mendapatkan update dan informasi dari Happy Play Indonesia. 

Baca juga:  Manfaat Playground Untuk Anak Dan Memilih Playground Yang Berkualitas

Bagikan Artikel Ini:

Stay Connecting with our Social media

Follow, Like & Subscribe

Scroll to Top