logo happy play indonesia

Kepercayaan Diri Anak : Begini Cara dan Manfaatnya

Ilustrasi: Anak Mandiri

Kepercayaan Diri Anak

Keluarga merupakan pendidik pertama dan utama bagi pembentukan pribadi dan karakter setiap individu. Dari dalam perut, kemudian dilahirkan dari perut sang ibu dan tumbuh dalam sebuah keluarga dan lingkungannya. Artinya, peranan orang tua memegang peran penting dan strategis dalam mengantarkan pendidikan bagi putra-putrinya. Keberhasilan orang tua dalam mendidik dan membangun kepercayaan diri pada anak akan sangat bergantung pada kecakapan dan pola asuh yang dimiliki orang tuanya. 

Tapi,  tahukah kamu apa itu kepercayaan diri?. Percaya diri merupakan salah satu faktor penting dalam hidup anak. Kepercayaan diri pada anak akan mempengaruhi perkembangan diri, seperti pada pencapaian prestasi. Dalam arti lain percaya diri merupakan sebuah keyakinan bahwa dirinya dapat atau mampu melakukan sesuatu. Dasar dari menumbuhkan sikap percaya diri adalah anak perlu merasa aman dan nyaman atas dirinya. Sikap percaya diri juga berperan besar terhadap kemampuan anak melihat dirinya sendiri. Pada hal ini, orang tua memiliki peranan penting dalam menumbuhkan sikap percaya diri pada anak, hal ini dapat diupayakan melalui beberapa cara untuk mengatasi anak yang kurang percaya diri.

ilustrasi ibu dan anak berpelukan
Credit: kcparent.com

7 Cara Membangun Kepercayaan Diri Pada Anak

1. Memberi Julukan Positif Pada Anak

Berikanlah julukan yang positif pada anak, fokus pada hal-hal positif. Misalnya anak sedang menggambar manusia, sambil menunjukkan gambarnya anak sambil bercerita kepada orang tua. Ketika melihat gambar tadi, mungkin bagi orang dewasa gambarnya biasa saja, atau mungkin di bawah dari itu. Tapi tidak perlu diucapkan, karena jika ingin membantu anak dalam membangun kepercayaan dirinya berilah sebuah apresiasi, hargai hasil gambarnya, atau bisa juga memberikan julukan seperti ‘Pandai menggambar’, ‘seniman’, ‘calon pelukis’. 

2. Selalu Berprasangka Positif pada Anak

Berprasangka positif pada anak dapat diartikan kalau orang tua memiliki rasa percaya kepada anak. Misal dalam suatu kejadian ketika anak mencoba hal baru dan ingin mengikuti kegiatan ekskul pramuka di sekolah, jangan sekali-kali orang tua mengatakan ‘masa mau ikutan pramuka sih, emang bisa?’ atau hal negatif lainnya yang meragukan anak. Karena hal ini dapat menurunkan rasa kepercayaan diri anak. 

3. Memberikan Kebebasan Pada Anak

Dengan memberikan kebebasan pada anak bukan berarti orang tua melepas tanggung jawabnya begitu saja. Masih banyak ditemui orang tua mengkhawatirkan anak malah membuat sang anak menjadi tidak nyaman, banyak yang dilarang. 

4. Bereaksi Berlebihan Ketika Anak Salah

Siapapun dapat membuat kesalahan, tidak hanya anak tapi juga orang dewasa. Ketika anak melakukan sebuah kesalahan, orang tidak tidak perlu beraksi berlebihan, berilah pengertian dan nasihat untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi, atau bisa juga dengan memberikan konsekuensi dari kesalahan yang Ia lakukan. 

5. Tidak Memaksa Anak Melakukan Sesuatu di Luar Kemampuannya

Saat anak seharian belajar dan berkegiatan di sekolah, Ia akan merasakan kelelahan, berilah waktu untuk anak istirahat, jangan memaksakan anak untuk terus belajar. Nanti setelah istirahat bisa dilanjutkan untuk membahas pelajaran sebelumnya, atau mengerjakan PR dibantu dengan orang tua maupun kerabat lainnya. Cara-cara ini dapat dilakukan secara bertahap dan konsisten untuk mendapatkan nilai dan manfaatnya. 

6. Memberikan Anak Peranan dan Tanggung Jawab di Rumah

Bangun suasana rumah yang baik dengan memberikan peran dan tanggung jawab dari masing-masing keluarga. Berilah peran kecil kepada anak, misalnya dengan mengajarkan anak ketika bangun tidur untuk merapikan kasurnya, mengajarkan anak untuk merapikan mainannya jika sudah selesai dimainkan dan membagi tugas misalnya menyapu halaman. Hal ini dilakukan agar anak belajar mandiri dan percaya pada kemampuannya sendiri. 

7. Jalin Hubungan yang Harmonis Antara Orang Tua dan Anak

Hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak dapat diawali dengan komunikasi yang baik, orang tua mengajak anak untuk ngobrol bersama, diskusi, dan bercerita satu sama lain mengenai kegiatan dan aktivitas yang telah dilakukan. Langkah-langkah di atas jika dilakukan akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi perkembangan anak. 

Baca Juga: Cara Paling Ampuh Latih Imajinasi dan Kreativitas Anak

ilustrasi anak berkumpul bermain
Credit: hypnotherapy.gg

Manfaat Rasa Percaya Diri Bagi Anak 

1. Anak Sehat Secara Fisik dan Mental

Anak yang memiliki rasa percaya diri secara fisik maupun mental akan memiliki kesehatan yang baik. Karena percaya diri, anak jarang memiliki rasa khawatir berlebihan yang dapat berpengaruh pada kesehatan fisik serta mentalnya. Meskipun dalam masa bermain, anak juga rentan mengalami stres. Misalnya tekanan lingkungan dan teman sebayanya ketika ia gagal melakukan sesuatu. Karena itu, rasa percaya diri harus selalu dipupuk.

2. Dapat Melihat Diri Secara Positif

Anak yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi dapat melihat potensi dirinya, dapat melihat dirinya secara positif. Apa yang dimiliki akan selalu Ia syukuri kehadirannya. 

3. Siap Menghadapi Tantangan

Anak senang bertemu dengan teman baru. Bagi mereka, teman dapat memberikan pengalaman berbeda. Anak mampu memaksimalkan kemampuan dirinya untuk menghadapi tantangan. Misalnya, anak ikut pemilihan menjadi calon ketua kelas karena kemampuannya berani mengeluarkan pendapat dengan baik.

4. Tegas Menentukan Pilihan

Anak yang percaya diri akan tahu apa yang ia inginkan untuk hidupnya. Ketika sudah menentukan pilihan, biasanya mereka akan fokus memperjuangkan hal tersebut hingga tujuannya tercapai. Ini sangat penting dalam perkembangan karakternya hingga usia dewasa kelak. Anak jarang bersikap plin plan atau hanya mengikuti trend semata. Ketika telah menanamkan rasa percaya diri pada anak, ia cenderung melakukan hal-hal berdasarkan kemampuan diri yang ia miliki.

5. Membangun Peluang Karier

Sejak usia dini, para orang tua telah dapat membantu anak untuk membangun peluang karir mereka di masa depan. Ketika orang tua telah menanamkan rasa percaya diri, anak akan lebih berani membuka diri dan mencoba hal-hal baru yang positif. Kebiasaan tersebut dapat dibawanya hingga dewasa. Ia akan berhasil dalam bidang yang dikuasainya. Bukan tidak mungkin ia akan mendapatkan kepercayaan untuk melakukan tanggung jawab yang lebih besar. Misalnya sedari kecil tertarik dengan bidang seni, Anda bisa memotivasi si kecil untuk serius melakukannya. Berikan fasilitas pendukung yang memadai karena berkarir dalam bidang seni pun juga menjanjikan secara finansial. Kepercayaan diri tidak mudah didapatkan, namun bisa diupayakan dengan berbagai hal agar mendapatkan manfaatnya. Baca artikel lainnya untuk mendapatkan update dan informasi dari Happy Play Indonesia.

Baca juga: Manfaat Playground Untuk Anak Dan Memilih Playground Yang Berkualitas

Bagikan Artikel Ini:

Stay Connecting with our Social media

Follow, Like & Subscribe

DAPATKAN BERBAGAI KEUNTUNG SENILAI Rp 258.000.000,-
DAFTAR SEKARANG JUGA !
————————————————-

    Scroll to Top