Congklak adalah salah satu permainan tradisional yang telah dikenal oleh banyak generasi di Indonesia. Permainan ini biasanya dimainkan oleh dua orang menggunakan papan congklak dan sejumlah biji-bijian sebagai alat bermain. Sekilas, permainan ini terlihat sederhana, tetapi congklak membutuhkan konsentrasi, strategi, ketelitian, serta kemampuan berhitung.
Tidak hanya menyenangkan, permainan tradisional ini juga dapat menjadi kegiatan positif untuk mengajak anak bermain bersama tanpa selalu bergantung pada gadget. Melalui permainan congklak, anak dapat belajar menghitung, memahami strategi sederhana, dan berinteraksi dengan teman atau anggota keluarga.
Lalu, bagaimana cara bermain congklak, sejarah singkat, dan aturannya? Simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Daftar Isi
Apa Itu Permainan Congklak?
Congklak adalah permainan tradisional yang menggunakan sebuah papan dengan beberapa lubang kecil dan dua lubang besar yang biasanya disebut sebagai lumbung atau rumah pemain.
Dalam permainan congklak yang umum dimainkan, papan terdiri dari:
- 14 lubang kecil, yaitu masing-masing 7 lubang di sisi setiap pemain.
- 2 lubang besar yang berada di bagian ujung sebagai lumbung pemain.
Setiap lubang kecil diisi dengan jumlah biji yang sama sebelum permainan dimulai. Biji congklak dapat berupa kerang kecil, biji-bijian, batu kecil yang aman, atau alat khusus yang memang digunakan untuk permainan congklak.
Tujuan utama permainan ini adalah mengumpulkan biji sebanyak mungkin ke dalam lumbung milik sendiri.
Sejarah Singkat Permainan Congklak
Congklak merupakan salah satu permainan tradisional yang sudah lama dikenal di berbagai wilayah Indonesia. Permainan sejenis juga dapat ditemukan di sejumlah negara dengan bentuk, nama, dan aturan yang berbeda-beda.
Di Indonesia, permainan ini dikenal dengan beberapa sebutan, tergantung daerahnya. Bentuk permainan congklak juga dapat memiliki sedikit perbedaan, termasuk jumlah lubang dan cara bermain.
Permainan ini telah menjadi bagian dari aktivitas bermain anak-anak sejak dahulu. Sebelum permainan digital berkembang seperti sekarang, congklak menjadi salah satu permainan yang sering dimainkan bersama teman, saudara, maupun keluarga.
Selain sebagai hiburan, congklak juga menarik karena melibatkan kemampuan berhitung dan strategi. Pemain perlu memperhatikan jumlah biji yang dimiliki, menentukan lubang yang akan dipilih, dan memperkirakan langkah berikutnya.
Hingga saat ini, congklak masih diperkenalkan kepada anak-anak sebagai salah satu permainan tradisional Indonesia yang dapat dimainkan sambil belajar.
Alat yang Dibutuhkan untuk Bermain Congklak
Sebelum mengetahui cara bermain congklak, siapkan terlebih dahulu beberapa perlengkapannya.
1. Papan Congklak
Papan congklak memiliki beberapa lubang kecil dan dua lubang besar di kedua ujungnya.
Saat ini, papan congklak tersedia dalam berbagai bahan, seperti:
- Kayu.
- Plastik.
- Bambu.
- Karton untuk permainan sederhana.
2. Biji Congklak
Biji congklak digunakan sebagai alat yang dipindahkan dari satu lubang ke lubang lainnya.
Bahan yang dapat digunakan antara lain:
- Kerang kecil.
- Biji-bijian.
- Batu kecil yang aman.
- Bola kecil khusus permainan.
Pastikan biji yang digunakan sesuai dengan usia pemain dan tidak digunakan oleh anak yang masih berisiko memasukkan benda kecil ke dalam mulut.
Baca juga: Permainan tanpa alat yang seru
Cara Menyusun Papan Congklak Sebelum Bermain
Sebelum permainan dimulai, dua pemain duduk saling berhadapan. Setiap pemain memiliki satu baris lubang kecil dan satu lumbung besar.
Secara umum:
- Tujuh lubang kecil di sisi pemain menjadi area permainan pemain tersebut.
- Lubang besar di ujung papan menjadi lumbung pemain.
- Setiap lubang kecil diisi dengan jumlah biji yang sama.
Jumlah biji dalam setiap lubang dapat berbeda sesuai aturan yang disepakati. Salah satu cara yang umum adalah mengisi setiap lubang kecil dengan jumlah biji yang sama agar permainan dimulai secara seimbang.
Setelah papan dan biji siap, permainan dapat dimulai.
Cara Bermain Congklak untuk Pemula
Bagi yang baru pertama kali mencoba, cara bermain congklak dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.
1. Tentukan Pemain yang Mendapat Giliran Pertama
Sebelum permainan dimulai, tentukan siapa yang akan bermain terlebih dahulu. Anda dapat menentukan giliran berdasarkan kesepakatan bersama.
2. Pilih Salah Satu Lubang di Sisi Sendiri
Pemain yang mendapat giliran pertama memilih salah satu lubang kecil yang berada di sisi permainannya.
Kemudian, ambil seluruh biji dari lubang tersebut.
Baca juga: Contoh permainan untuk mengembangkan kognitif anak
3. Sebarkan Biji Satu per Satu
Biji yang diambil kemudian dibagikan satu per satu ke lubang berikutnya sesuai arah permainan yang disepakati.
Pemain juga memasukkan biji ke lumbung miliknya sendiri ketika melewati lumbung tersebut.
4. Lanjutkan Selama Biji Terakhir Masuk ke Lubang yang Masih Berisi
Apabila biji terakhir jatuh pada sebuah lubang yang sebelumnya sudah memiliki biji, pemain mengambil seluruh biji dari lubang tersebut dan melanjutkan membagikannya.
Proses ini terus berlanjut sesuai aturan permainan yang digunakan.
5. Dapatkan Giliran Tambahan Jika Biji Terakhir Masuk ke Lumbung Sendiri
Dalam aturan yang umum digunakan, apabila biji terakhir masuk ke lumbung milik sendiri, pemain dapat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan permainan.
Pemain kemudian dapat memilih kembali salah satu lubang di sisinya untuk melanjutkan permainan.
6. Giliran Berpindah kepada Pemain Lain
Jika langkah pemain telah selesai sesuai aturan permainan yang digunakan, giliran berpindah kepada lawan.
Pemain kedua kemudian melakukan langkah yang sama dengan memilih lubang di sisi miliknya dan menyebarkan biji satu per satu.
Aturan Bermain Congklak yang Perlu Diketahui
Setiap daerah atau keluarga dapat memiliki variasi aturan. Namun, beberapa aturan dasar berikut umum digunakan dalam permainan congklak.
Pemain Hanya Memilih Lubang di Sisinya Sendiri
Pada awal giliran, pemain memilih lubang yang berada di area miliknya.
Biji Dibagikan Satu per Satu
Seluruh biji dari lubang yang dipilih tidak langsung dimasukkan ke satu tempat. Biji harus dibagikan satu per satu ke lubang berikutnya.
Lumbung Sendiri Menjadi Tempat Mengumpulkan Biji
Saat pemain melewati lumbung miliknya, satu biji dapat dimasukkan ke dalam lumbung tersebut.
Lumbung Lawan Tidak Digunakan
Pada aturan umum, pemain melewati lumbung milik lawan tanpa memasukkan biji ke dalamnya.
Permainan Berlanjut Sesuai Posisi Biji Terakhir
Posisi biji terakhir dapat menentukan apakah pemain melanjutkan langkah, mendapatkan giliran tambahan, atau giliran berpindah kepada lawan.
Karena terdapat beberapa variasi permainan, sebaiknya kedua pemain menyepakati aturan yang digunakan sebelum permainan dimulai.
Bagaimana Menentukan Pemenang Congklak?
Pemenang permainan congklak biasanya ditentukan berdasarkan jumlah biji yang berhasil dikumpulkan di lumbung masing-masing pemain.
Setelah permainan selesai, pemain menghitung jumlah biji yang ada di lumbung.
Pemain yang berhasil mengumpulkan biji lebih banyak dapat dinyatakan sebagai pemenang.
Namun, aturan akhir permainan dapat berbeda-beda tergantung variasi congklak yang dimainkan.
Manfaat Bermain Congklak untuk Anak
Selain menyenangkan, permainan congklak juga dapat memberikan berbagai pengalaman positif bagi anak.
1. Melatih Kemampuan Berhitung
Anak dapat belajar menghitung jumlah biji dan membagikannya satu per satu.
2. Melatih Konsentrasi
Pemain perlu memperhatikan posisi setiap biji dan mengikuti jalannya permainan.
3. Mengembangkan Kemampuan Strategi
Anak dapat belajar mempertimbangkan pilihan sebelum menentukan langkah.
4. Melatih Kesabaran
Pemain perlu menunggu giliran dan mengikuti aturan permainan.
5. Mendorong Interaksi Sosial
Congklak dimainkan bersama orang lain sehingga anak dapat belajar berkomunikasi, bermain secara bergantian, dan menerima hasil permainan.
Permainan Tradisional dan Pentingnya Aktivitas Bermain Anak
Congklak membuktikan bahwa bermain tidak selalu membutuhkan teknologi atau permainan yang rumit. Dengan alat sederhana, anak dapat melakukan berbagai aktivitas yang melibatkan kemampuan berpikir, konsentrasi, interaksi, dan kesabaran.
Namun, perkembangan anak juga membutuhkan variasi aktivitas bermain. Selain permainan yang melatih konsentrasi dan kemampuan berpikir seperti congklak, anak juga membutuhkan aktivitas yang membuat mereka bergerak secara aktif.
Anak dapat berlari, memanjat, melompat, menjaga keseimbangan, dan bermain bersama teman. Berbagai aktivitas tersebut dapat ditemukan dalam permainan yang tersedia di playground.
Baca juga: Permainan Tradisional Indonesia yang Seru dan Cara Mainnya
Yuk, Kenali Lebih Lanjut Manfaat Playground untuk Anak
Setelah mengetahui cara bermain congklak, sejarah singkat, dan aturannya, kita dapat melihat bahwa setiap permainan dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak.
Congklak dapat membantu anak berlatih berhitung, berkonsentrasi, dan menyusun strategi. Sementara itu, permainan yang lebih aktif dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk melatih kemampuan motorik dan melakukan aktivitas fisik.
Lalu, apa saja manfaat playground bagi tumbuh kembang anak?
Mulai dari membantu melatih motorik, mendorong aktivitas fisik, mengembangkan kemampuan sosial, hingga memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi, playground dapat menjadi salah satu sarana bermain yang memiliki banyak manfaat.
Baca selanjutnya: Manfaat Playground untuk Anak dan Perkembangannya
Melalui pembahasan berikutnya, Anda dapat mengetahui lebih dalam mengapa aktivitas bermain di playground dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman bermain yang menyenangkan sekaligus mendukung perkembangan anak.







