8 Permainan Tradisional yang Dimainkan Secara Berkelompok

Permainan Tradisional yang Dimainkan Secara Berkelompok

Di era digital seperti sekarang, anak-anak semakin jarang bermain di luar rumah. Padahal, ada banyak permainan tradisional yang dimainkan secara berkelompok yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu melatih kerja sama, komunikasi, hingga kemampuan motorik anak.

Permainan tradisional telah menjadi bagian dari budaya Indonesia selama bertahun-tahun. Meski sederhana dan tidak membutuhkan teknologi canggih, permainan-permainan ini memiliki nilai edukasi yang tinggi karena mengajarkan anak untuk bersosialisasi, menyusun strategi, menghargai teman, hingga menyelesaikan masalah bersama.

Namun, seiring berkembangnya zaman, ruang bermain anak mulai berubah. Kini, selain permainan tradisional, hadir pula berbagai wahana playground modern yang tetap mampu memberikan manfaat serupa dengan tingkat keamanan dan variasi permainan yang lebih lengkap.

Artikel ini akan membahas berbagai permainan tradisional yang dimainkan secara berkelompok beserta manfaatnya, sekaligus melihat bagaimana konsep tersebut berkembang menjadi playground modern.

Baca juga: Beragam Manfaat Permainan Tradisional Bagi Anak

Permainan Tradisional Dimainkan Secara Kelompok

Bermain permainan tradisional akan lebih mengasyikan jika bersama teman. 

Sumber: tentik.com

1. Ular Naga Panjang

Ular naga panjang atau biasa disebut dengan permainan ular naga merupakan permainan tradisional Indonesia yang dilakukan secara berkelompok dan membutuhkan orang lebih dari lima. Tidak memerlukan bahan dan alat, untuk memainkan permainan ini dibutuhkan sekelompok orang yang berbaris sambil memegang pundak, pinggang atau bahu teman di depannya, kemudian ada dua orang lainnya saling berhadapan berpegangan membentuk sebuah terowongan yang nantinya akan dilewati oleh ular naga panjang atau sekelompok orang yang berbaris tadi. 

Sumber: kompas.com

2. Gobak Sodor

Sering dimainkan saat jam istirahat, permainan gobak sodor juga permainan yang membutuhkan partisipasi orang yang banyak. Dibutuhkan dua kelompok masing-masing beranggotakan 3-10 orang. Nantinya kelompok ini harus melindungi dan menyerang base camp lawan, maka dari itu permainan tradisional gobak sodor dimainkan secara berkelompok. 

Baca juga: Permainan gobak sodor, cara bermain dan manfaatnya

Sumber: www.dictio.id

3. Bakiak atau Terompah Panjang

Mainan tradisional yang dilakukan secara berkelompok yaitu bakiak atau terompah panjang. Terompah panjang adalah sandal atau alas kaki yang terbuat dari kayu panjang yang dapat digunakan oleh 3 bahkan lebih dari 5 orang dalam satu sandal. Permainan tradisional bakiak biasa dimainkan saat hari atau acara besar, misalnya saat merayakan hari kelahiran Indonesia saat 17 Agustus. Bermain bakiak panjang akan membutuhkan tenaga dan kekompakan yang tinggi agar bisa memainkan atau menjalankan permainan terompah panjang. 

Sumber: researchgate.net

4. Bentengan

Cara bermain permainan bentengan tidak jauh berbeda dengan bermain gobak sodor, kedua permainan ini membutuhkan partisipasi orang banyak. Bentengan adalah permainan tradisional sekaligus olahraga yang dapat membantu bakar lemak di tubuh, permainan tradisional bentengan membutuhkan ketangkasan, kecepatan berlari, dan membutuhkan taktik jitu agar dapat memenangkan permainan. 

Baca juga: Permainan bentengan, aturan, cara bermain dan manfaatnya

Sumber: .avepress.com

5. Gatrik

Permainan tradisional yang dilakukan secara berkelompok lainnya adalah gatrik. Gatrik adalah permainan tradisional asal Jawa Barat, dan tersebar di berbagai daerah dengan nama yang beragam. Permainan gatrik dimainkan oleh dua tim, satu tim bertugas untuk melontarkan batang bambu dan satu tim lainnya bertugas menangkap batang bambu kecil. Tim pemukul akan melakukan memukul hingga pukulannya meleset dari bambu kecil tersebut. 

Baca Juga: Permainan Playground yang Melatih Motorik dan Sensorik Anak

Sumber: grid.id

6. Petak Umpet

Petak umpet permainan tradisional yang dilakukan secara berkelompok dengan pemain lebih dari dua bahkan bisa lebih dari angka tersebut. Pada permainan petak umpet, ada satu orang yang tugasnya berjaga, menutup mata, menghitung dan mencari teman-teman lainnya. Apabila salah satu orang yang ngumpet tadi ketemu, dialah yang akan menggantikan penjaga tadi, dan begitu seterusnya hingga permainan disepakati selesai.

Baca juga: Cara bermain petak umpet

Sumber: kompasiana.com

7. Domikado

Tahukah Anda dari mana asal permainan Domikado? Meski permainan ini  terkenal di daerah Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi, permainan ini berasal dari Maluku. Permainan domikado ini tidak dapat dimainkan secara individu, dan harus berkelompok sambil duduk sila melingkar dengan teman lain sambil menyambung tangan satu sama lain. 

Cara bermain domikado cukup mudah, para pemain diminta duduk dan membentuk sebuah lingkaran dengan kedua tangan bertumpuk dengan tangan teman dari samping lalu kemudian diletakkan di atas paha. Secara bersilangan, letakkan tangan kiri di bawah telapak tangan kanan pemain sebelah kiri, sedangkan tangan kanan ditempatkan di atas tangan kiri pemain yang berada di kanan. 

Jika kena pukulan atau tamparan kecil, pemain tersebut harus keluar giliran dan tidak bisa melanjutkan ke babak berikutnya. Namun jika berhasil menghindarinya, pemain yang mencoba memukul akan keluar dari lingkaran. Permainan berlanjut dengan cara yang sama hingga menjadi dua orang dan permainan tersebut menjadi permainan damdamdeli. Pemain yang kalah dapat dikenai sanksi atau penalti atas perintah pemenang.

Sumber: tgrcampaign.com

8. Kucing Kucingan

Permainan kucing-kucingan atau dalam bahasa Sundanya icing-ucingan merupakan permainan tradisional yang telah berkembang di daerah Jawa seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Daerah Istimewah Yogyakarta. Permainan ini mengusung konsep seperti keadaan alamiah kucing yang suka berlarian jika ingin mengambil suatu benda dan suka mengejar tikus.

Permainan ini memerlukan kerjasama tim dan tidak bisa dimainkan secara individu. Karena, harus ada yang jadi kucing si pengejar dan ada yang harus menjadi tikus yang dikejar dan peserta lainnya yang jadi pagar. Sebelum merencanakan permainan kucing-kucingan, siapkan dahulu lokasinya. Pilihlah lokasi di lapangan yang luas, agar bisa leluasa berlarian dan tidak terhambat oleh barang-barang disekitar. 

Tidak ada batasan waktu dalam permainan ini, sehingga permainan dapat berakhir kapan saja tergantung keinginan pemain atau kesepakatan yang dibuat di awal. Game ini juga sangat seru dimainkan bersama banyak orang. Dengan memainkan permainan ini dapat meningkatkan kedekatan dan kekompakan satu sama lain dan tetap mendapatkan banyak manfaat dari permainan tradisional.

Itulah beberapa permainan tradisional yang bisa dimainkan secara berkelompok dan tentunya akan sangat menyenangkan dimainkan oleh teman-teman. Namun saat ini seiring berkembangnya zaman makin banyak lagi permainan-permainan baru yang muncul dan lebih banyak dimainkan oleh anak-anak.

Tantangan Permainan Tradisional di Era Modern

Sayangnya, permainan tradisional kini semakin jarang dimainkan karena beberapa faktor, seperti:

  • Keterbatasan lahan bermain.
  • Kesibukan orang tua.
  • Dominasi gadget dan permainan digital.
  • Sulit mengumpulkan banyak anak di satu tempat.
  • Kurangnya ruang publik yang mendukung aktivitas bermain.

Akibatnya, anak-anak memiliki kesempatan yang lebih sedikit untuk bermain aktif bersama teman sebaya.

Playground Modern sebagai Alternatif Bermain Berkelompok

Walaupun permainan tradisional memiliki banyak manfaat, kebutuhan anak untuk bergerak aktif tetap dapat dipenuhi melalui playground modern.

Playground saat ini dirancang bukan hanya sebagai tempat bermain, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang mendukung perkembangan fisik, sosial, dan emosional anak. Berbagai wahana seperti perosotan, jembatan gantung, wall climbing mini, tunnel, monkey bar, hingga area permainan interaktif mendorong anak untuk bermain bersama, bergantian menggunakan fasilitas, bekerja sama, dan berinteraksi secara alami.

Bahkan, banyak konsep playground yang dapat dipadukan dengan permainan kelompok sehingga pengalaman bermain menjadi lebih menarik sekaligus aman.

Ingin Membangun Playground yang Mendukung Aktivitas Bermain Anak?

Apabila Anda berencana menghadirkan area bermain untuk sekolah, taman kota, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, tempat wisata, atau kawasan perumahan, pastikan memilih playground yang dirancang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu mendukung perkembangan motorik, sosial, dan kreativitas anak.

Happy Play Indonesia siap menjadi mitra Anda dalam menyediakan solusi playground yang lengkap, mulai dari konsultasi, desain 3D, produksi, instalasi, hingga layanan purna jual. Dengan pengalaman menangani ribuan proyek di berbagai wilayah Indonesia, Happy Play Indonesia menghadirkan playground yang aman, berkualitas, dan dirancang agar anak dapat bermain, belajar, serta berinteraksi dengan lebih optimal.

Untuk mendapatkan inspirasi lainnya, Anda juga dapat membaca artikel seputar kriteria playground berkualitas, serta peluang bisnis playground sebagai referensi sebelum membangun area bermain yang ideal.

Bagikan Artikel Ini: