Nostalgia mainan jaman dulu dari bambu! Simak 10 permainan tradisional Indonesia yang seru, edukatif, dan penuh kenangan untuk anak-anak.
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk dalam dunia permainan anak-anak. Sebelum era gadget dan teknologi seperti sekarang, anak-anak tumbuh dengan berbagai mainan jaman dulu yang sederhana namun penuh makna.
Salah satu bahan yang paling sering digunakan dalam permainan tradisional adalah bambu. Bambu mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, ringan, kuat, dan fleksibel untuk dibentuk menjadi berbagai jenis mainan yang kreatif.Mainan dari bambu tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang tinggi. Dari permainan ini, anak-anak belajar tentang keseimbangan, kreativitas, kerja sama, hingga keberanian. Berikut ini adalah berbagai mainan dari bambu yang seru dan penuh nostalgia yang pernah populer di Indonesia.
Daftar Isi
Mainan Dari Bambu
Perkembangan teknologi saat ini mengubah hampir segala aspek dalam kehidupan, dari mulai media pembelajaran menggunakan handphone maupun laptop, munculnya mobil listrik sampai pada game online yang dapat dimainkan oleh siapa saja dan kapan saja meski berbeda pulau. Adanya perubahan ini semakin menyingkirkan permainan-permainan seru lain yang dulu jadi favorit anak-anak. Padahal saat bermain permainan tradisional memiliki berbagai manfaat seperti kemampuan sosial dimana mereka bisa saling mengenal, membuat anak bergerak secara fisik sekaligus menambah kreativitas mereka dengan membuat mainan dari bahan kayu atau mainan dari bambu.
Baca juga: 13 Mainan Jaman Dulu

1. Engrang
Engrang merupakan salah satu permainan tradisional yang paling ikonik di Indonesia. Mainan ini dibuat dari dua batang bambu panjang yang dilengkapi pijakan kaki di bagian bawahnya. Anak-anak akan berdiri di atas pijakan tersebut lalu berjalan dengan menjaga keseimbangan tubuh.
Permainan ini tidak semudah yang terlihat. Dibutuhkan latihan, keberanian, dan koordinasi tubuh yang baik agar tidak terjatuh. Biasanya, anak-anak akan saling berlomba siapa yang bisa berjalan paling jauh atau paling cepat menggunakan engrang.Selain melatih keseimbangan, engrang juga mengajarkan anak untuk percaya diri dan tidak mudah menyerah. Semakin sering mencoba, anak akan semakin terbiasa dan mahir. Inilah salah satu nilai penting dari permainan jadul yang tidak hanya seru tetapi juga membentuk karakter.

2. Gasing Bambu
Gasing bambu mainan anak jaman dulu yang populer pada masanya sebelum ada mainan elektronik. Gasing terbuat dari bambu, bentuknya seperti payung terbalik berukuran kecil dan mudah digenggam, dibagian atas gasing di lilitkan tali untuk membuat gasing berputar. Cara memainkannya cukup mudah, pegang gasing di tangan kiri dan tangan kanan memegang tali, lalu lilitkan tali tadi pada gasing, mulai dari bagian paksi sampai bagian badan gasin, lilit kuat sambil berputar kemudian lempar gasing ke tanah.
Ada ragam nama gasing di sejumlah daerah di Indonesia, Masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta menyebutnya gangsing atau panggal. Masyarakat Lampung menamainya pukang, warga Kalimantan Timur menyebutnya begasing, sedangkan di Maluku disebut Apiong dan di Nusa Tenggara Barat dinamai Maggasing. Hanya masyarakat Jambi, Bengkulu, Sumatra Barat, Tanjungpinang dan Kepulauan Riau yang menyebut gasing. Nama maggasing atau aggasing.

3. Pletokan
Mainan sekaligus senjata itulah pletokan. Pletokan merupakan alat atau senjata mainan yang terbuat dari bambu, dan peluru yang digunakan terbuat dari kertas yang telah dibasahi dan kemudian dimasukan ke dalam pletokan. Permainan pletokan merupakan mainan tradisional yang dimainkan anak jaman dulu yang kini semakin lama terabaikan. Penyebutan mainan senjata ini berbeda disetiap daerahnya, Pada masyarakat Sunda, mereka menyebut pletokan dengan bebeletokan, sedangkan di Probolinggo dan Madura, mereka menyebutnya dengan tor cetoran.

4. Layang Layang
Layang-layang atau permainan layangan masuk ke dalam jajaran mainan yang terbuat dari bambu. mainan yang terbuat dari kertas, berkerangka yang diterbangkan ke udara dengan memakai tali atau benang sebagai kendali. Layang-layang merupakan mainan berbentuk bangun datar dimana masing-masing sisi sama panjang dan membentuk sudut. Permainan layang-layang dimainkan oleh berbagai usia dari anak-anak hingga dewasa.

5. Bedil Jepret
Sesuai dengan namanya, permainan bedill jepret ini berasal dari sunda Jawa Barat yang berarti tembakan atau senapan. Bedil jepret dahulu dimainkan oleh anak-anak sambil menunggu orangtua di sawah sekaligus membantu mengusir burung yang memakan padi menggunakan senapan dari bambu tersebut.

6. Meriam Bambu
Meriam atau bom bambu ini terinspirasi dari alat perang portugis bedanya ini mainan terbuat terbuat dari bambu. Meriam bambu memiliki bentuk seperti meriam sungguhan, memiliki suara yang kencang seperti bom, jika anak Anda bermain ini perhatikan keamanannya agar terhindar dari resiko terbakar.
7. Othok-othok
Mainan lain yang berbahan dasar kayu bambu adalah othok-othok. Permainan ini biasa dimainkan anak-anak dengan cara didorong. Permainan othok-othok dibuat dengan kayu bambu dan potongan besi, biasanya didapatkan dari kaleng bekas susu yang gabungkan sehingga nanti akan menghasilkan suara yang nyaring.
Itulah permainan tradisional yang seru yang dapat Anda mainkan bersama anak sambil bernostalgia, sekaligus melatih kreativitas dan melestarikan budaya Indonesia. Terus update dan baca artikel Happy Play indonesia lainnya.
8. Baling Baling Bambu
Baling-baling bambu adalah mainan yang dimainkan dengan memanfaatkan angin. Mainan ini biasanya dipasang pada batang bambu kecil.
Saat ditiup angin atau digerakkan, baling-baling akan berputar dengan cepat. Anak-anak sering memainkan ini di area terbuka.
Selain seru, permainan ini juga membantu anak memahami konsep gerakan dan energi angin secara sederhana.
9. Loncat Bambu (Permainan Kelompok)
Loncat bambu adalah permainan kelompok yang menggunakan bambu sebagai alat utama. Permainan ini melibatkan beberapa pemain yang harus bekerja sama.
Biasanya, bambu akan digerakkan secara ritmis, dan pemain harus melompat mengikuti irama tersebut. Permainan ini membutuhkan konsentrasi dan koordinasi yang baik.
Selain melatih fisik, permainan ini juga meningkatkan kerja sama tim dan komunikasi antar pemain.
10. Gasing Bambu Berbunyi
Gasing bambu berbunyi merupakan variasi dari gasing tradisional yang memiliki fitur tambahan berupa suara.
Saat diputar, gasing ini akan menghasilkan bunyi unik karena desain khusus pada bagian bambunya. Hal ini membuat permainan menjadi lebih menarik.
Anak-anak biasanya sangat tertarik dengan suara tersebut, sehingga permainan menjadi lebih seru dibanding gasing biasa.
Melestarikan Permainan Tradisional di Era Modern
Mainan dari bambu adalah bagian penting dari warisan budaya Indonesia. Di dalamnya terkandung nilai kebersamaan, kreativitas, dan pembelajaran alami yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, melestarikan permainan tradisional Indonesia tetap menjadi hal yang penting untuk dikenalkan kepada generasi sekarang, baca disini permainan tradisional dan cara mainnya
Namun, kita juga tidak bisa menutup mata terhadap realita saat ini. Lingkungan perkotaan semakin padat, lahan bermain semakin terbatas, dan tidak semua anak memiliki ruang aman untuk memainkan permainan tradisional seperti dulu. Di sinilah dibutuhkan alternatif ruang bermain anak yang tetap mendorong aktivitas fisik, sosial, dan sensorik.
Salah satu solusi yang relevan adalah playground anak. Playground merupakan area bermain yang dirancang khusus dengan standar keamanan, struktur permainan yang menantang, serta mampu menggantikan fungsi bermain tradisional dalam konteks modern. Anak tetap bisa bergerak aktif, bersosialisasi, dan mengeksplorasi kemampuan motoriknya dalam lingkungan yang lebih aman dan terkontrol.
Manfaat playground tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berdampak positif pada kesehatan mental anak, membantu mengurangi stres, meningkatkan rasa percaya diri, dan memberikan ruang ekspresi yang sehat.
Pada akhirnya, baik permainan tradisional maupun playground modern memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu anak tumbuh sehat, aktif, dan bahagia. Playground yang dirancang dengan baik mampu melatih motorik dan sensorik anak, sekaligus menjadi jawaban atas keterbatasan ruang bermain di masa kini.
Pelajari lebih lanjut bagaimana permainan playground mampu melatih motorik dan sensorik anak di siniJika Anda ingin menghadirkan ruang bermain yang aman, edukatif, dan relevan untuk anak-anak masa kini, Happy Play Indonesia siap menjadi partner Anda dalam membangun playground berkualitas untuk berbagai kebutuhan.
Baca juga: 10 Permainan Tradisional Indonesia







